Minggu, 15 Maret 2015

Munajat Cinta

Dimalam yg sejuk dan indah ini
Ingin ku bermunajat kepadaMu
Jadikan disetiap helaan nafasku adalah dzikir kepadaMu
Jadikan disetiap detak jantungku adalah rasa syukurku kepadaMu
Jadikan disetiap darah yang mengalir keotakku adalah berpikir tuk mencari ridhoMu
Ulurkan tanganMu ya Rabb,raih jemariku
Hingga saat nanti kuterjatuh Kau bangkitkan aku dengan cintaMu
Dan malam ini dekaplah aku dengan kasih sayang dan pengampunanMu
Bimbinglah aku tuk selalu berada dalam jalan lurusMu

Yaa muqollibalquluub tsabbits qolbii 'alaa diinik...
Aamiin Allahu yaa majiid...

Ungkapan Hati

Apakah kau mendengar suara gemuruh gemuruh itu?
Suara yang berada dari dalam qolbu
Dan pasti kau dengar nyata suara dari lisan ini
Yang terkadang berkata tak sesuai kehendak hati
Aku harus bagaimana?
Indahnya mimpi tak sesuai kenyataan ini
Bayangan dan harapan..

Rasa yang tersimpan..
Semua tak pernah cukup bila tanpa usaha serta doa
Bagaimana bisa seseorang ingin meraih surga tanpa mematuhi kehendakNya?
Tetapi sabar dan ikhlas adalah sesuatu yang berkelas
Beribu hasutan dari sang iblis sering kali buatku menangis
Bukan menangis di indahnya malam panjang nan rupawan

Tetapi menangis karena usai melakukan kesalahan...

Karena-Nya

Dapatkah kamu bayangkan ?
Bila hanya ada siang dan tidak ada malam
Bila hanya ada matahari dan tidak ada hujan
Bila hanya ada suka dan tidak ada duka
Bila hanya ada bahagia dan tidak ada sengsara
Apa kamu fikir akan ada surga dan juga neraka?
Allah lah maha pencipta sebaik - baiknya
Apa kamu masih ingin mengeluh?
Apa kamu masih enggan bersyukur?
Apa kamu pura - pura lupa, jika saat ini kamu sedang bernafas? Nafas ini karena kehendakNya
Iman ini , fikiran ini.. Semua karena kehendakNya
Bahkan rasa cinta ini pun di ciptakan olehNya
Lalu mengapa kita lupa mengingatNya
Mengingat Allah yang karenaNya kita masih ada..

Pengisi Sepi

Lisan tak dapat berucap
Bisu dengan wajah sendu
Hati masih seperti ini
Terus merasa tersakiti
Aku sakit sendiri !!
Yang buat luka ini, tidak merasa sedih
Ia datang dan pergi sesuka hati
Bodohnya ku , menerima semua ini
Ku sadari, aku hanya manusia pengisi sepi
Bukan untuk di cintai, tetapi hanya sebagai sandaran hati..

Selepas ini

Selepas ini..
Aku akan menjadi manusia baru
Dengan sejuta cita-cita ku
Tak perduli dengan kamu-kamu
Yang telah membuat luka hati ku
Menjadi manusia baik yang membanggakan
Benar ! Dengan keluarga, sahabat serta manusia-manusia yang aku cinta
Tak perlu memikirkan ia yang tak memikirkanku
Cintai saja, dia yang membahagiakan ku
Menjadi hamba yang benar untuk Allah
Menjadi Anak yang shaleha untuk orang tua
Menjadi berguna untuk semua..
Bahagia itu sederhana
Aku cinta mereka yang mencintaiku..

Coretan Malam

Malam ini
Ku menatap pada langit yang tinggi
Di sana ku lihat langit hitam menggeram
Tidak ada satu pun bintang yang bersinar
Mungkin bintang telah tenggelam di kegelapan malam
Fikir ku pun melayang
Banyak yang ingin ku capai
Tetapi aku enggan berusaha dan berdoa
Ingin menjadi apa aku nanti
Jika terus seperti ini?
Entahlah..
Setiap aku bercermin diri
Selalu ada mendung di wajah ini

Kontroversi Hati



Menurut kalian, apa yang aku rasa?
Aku cinta kamu yang cinta dengan kekasihmu..
Lucu memang
Tetapi kamu pun suka denganku
Hahahaha
Memang terlihat bodoh
Tapi rasa ini enggan pergi
Aku ingin berlari menjauh
Tetapi kamu mengejar dan menahannya
Jangan cinta aku kalo cinta dia.
Jangan suka aku kalo kamu suka dia
Kasian aku yang tanpa kepastian
Aku merasa bagaikan selingkuhan
Aku tidak bodoh,
Aku akan pergi
Sebisa mungkin mengendalikan rasa ini
Aku tertawa.. tertawa terbahak menulis ini
Tetapi ada air yang menetes di pipi
Lucu yaa?
Kamu pasti bahagia,
Kamu tak berfikir betapa aku amat menderita
Menderita karna rasa yang kau cipta
Untuk aku yang tidak mengerti apa-apa

Happy Wedding

Wahai Mba Dede dan Mas Doni
Betapa mulia dan bahagianya hati
Kalian di arak kemuliaan
Hanya untuk bertemu dengan sang pujaan

Wajah tersipu malu
Hati telah menyatu
Kalian dihantarkan ke tempat yang mulia
Sebuah singgasana di hari yang bahagia

Duduk bersanding menjadi pusat perhatian
Semua mata tertuju pada kalian
Kalian lah Dwi tunggal keindahan
Kalian lah Bintang pesta kemenangan

Aku ikut bahagia melihat kalian
Aku tak bisa berikan kado semacam berlian
Aku hanya bisa menari lewat kata
Kata doa... Bahagia sampai masa tua

Wahai Dzat Pencipta Rasa Cinta
Jadikanlah mempelai insan yang diberkahi
Insan yang selalu banyak rezeki
Insan yang selalu bersama
Dalam keadaan suka maupun duka

Wahai Dzat Pencipta Pernikahan
Jadikanlah mereka keluarga yang tangguh
Yang tidak gampang mengeluh
Yang di anugerahi anak sholeh dan sholeha
Tercapai semua tujuan dan cita-cita

Wahai Dzat Pencipta Kedamaian
Jadikanlah mereka keluarga sakinah mawadah wa rahmah
Selalu taat dalam beribadah
Menjadi pengayom keluarga
Dan In Syaa Allah sampai Syurga

Puisi

Ku terdiam dalam sepiku
Ku mencari cahaya dalam gelapku
Tanpa sengaja perkenalan tercipta
Entahlah, membuat ku tersipu bila mengingat itu
Aku di timang menuju galaksi
Bersama dia yang sangat baik hati
Sejuk meniup kedalam diri
Setiap detik ingin ku berucap terima kasih
Semangatmu bagai mentari sejukkan hati
Gelora jiwamu bagai penerang pelita hidupku
Keras sifatmu, Lucu tingkahmu mempunyai tempat tersendiri di hati ini
Aku sangat bahagia, tak bisa terungkap dengan kata
Aku tak mengerti mengapa bisa sebaik ini?
Motivasi tiada henti
Informasi yang sangat berarti
Apapun itu...
Dalam sunyi ku selalu menanti senyummu

Lukisan Kerinduan

Sanubari berdetak penuh cinta
Terkesima sang khatulistiwa
Pesonamu buat ku terpana
Cakrawala laksana jelita
Angin semilir datang menyapa
Sejuk meniup ke dalam dada
Kupu-kupu terbang bercanda-canda
Mawar melati begitu menggoda
Matahari datang melirik
Jingga dan senja memudar menarik
Desiran air hujan gemuruh gemercik
Serta pelangi indah nan cantik
Gunung-gunung menjulang berurut
Awan berarak mengikuti laut
Bagaimana hati ini tak terpaut
Pemandangan syurga selalu ikut
Syahdu malam bertahtakan bintang
Membawaku larut dalam lamunan
Hatiku merasakan kerinduan
Rindu pada kampung halaman orang
Nirwana itu ada di dunia
Di Negara Indonesia kita tercinta
Di Garut Wanaraja tempatnya
Tempatku memekarkan senyum bahagia

Happy Brithday My Mother

Untuk mamy ku tersayang...
Di hari bahagiamu ini, aku sangat ingin membuatmu bahagia.
Walaupun hanya kejutan semacam ini, tetapi rasa cinta anak-anakmu ini akan selalu ada untukmu.
Selamat Ulang Tahun Mamy ku.
Semoga mamy selalu di berikan yang terbaik oleh Allah.
Terima kasih atas kasih sayangmu selama ini.
Ketulusanmu..
Kasih sayangmu..
Adalah bekal hidup kami.
Kami akan selalu berusaha membuatmu bahagia.
Senantiasalah tersenyum karena senyummu merupakan surga untuk kami.
Walau usia mamy bertambah tetapi kecantikan mamy tak lekang oleh waktu.
Selamat Ulang Tahun Mamy...
Kami anak-anakmu akan selalu mencintaimu di setiap waktu.
We Love You MoM

Malaikat Tak Bersayap

Hari ini merupakan hari yang istimewa untukku, Pengalaman pertamaku. Bagaimana tidak? hari ini kali pertamaku mengajar. Apa yang harus ku ucapkan pertama kali untuk murid perdanaku? Entahlah.. aku pun tak tahu. Tetapi dia, dia, untaian kata dari malaikat tak bersayap yang selalu memberiku motivasi. Ucapannya masih terus terngiang di telingaku beberapa tahun yang lalu.
Aku warga dari Gampong Lampulo, Gampong (desa) terparah yang terkena Tsunami di Aceh pada Desember 2004 lalu. Dahulu usiaku masih 17 tahun. Jangan tanya perasaanku pada saat itu. Hatiku sangatlah hancur. Jiwaku sakit. Badanku lemas. Perih batin dan jiwaku sungguh tak dapat terungkapkan dengan kata-kata. Jiwaku terguncang. Bagaimana tidak? tak seorang family ku di temukan, bahkan sampai sekarang.
Sering sekali ku menangis dalam diam. Kerap rindu ingin bertemu datang menghantuiku. Bagaimanapun mereka penyemangat hidupku. Harta benda sudah tak berarti sedikitpun bagiku. Bahkan aku pun ingin ikut mati bersama seluruh kenangan ini.
Aku kerap diam dan menyendiri. Banyak orang-orang berbaik hati yang datang menghibur serta menawarkan diri untuk menjadi keluarga baruku. Namun semua luka ini masih tak bergegas pergi. Sampai ku bertemu kak Zahra.
Entah dari mana datangnya malaikat itu, aku pun tak tahu. Ia tak pernah memperkenalkan diri padaku. Ia tiba-tiba datang dan selalu membuntutiku. Tak pernah ia meninggalkanku sendiri, walau aku kerap diam dan membisu tetapi ia selalu bicara banyak kepadaku.
Ia banyak memceritakan hal-hal indah tentang kedermawanan Nabi Muhammad. Aku memang wanita berjilbab, sedikit banyaknya aku masih mempunyai iman maka bila rasullulah yang ia jadikan figur untuk menyadarkanku, aku pun akhirnya angkat bicara juga.
Banyak hal-hal penting yang kami lalui bersama. Kak Zahra kerap menyadarkanku bahwa tragedi dan bencana ini bukanlah akhir dari segalanya. "Jika Allah masih memberikanmu kesempatan untuk hidup berarti Allah masih ingin melihat usahamu untuk mengungkapkan cintamu kepada-Nya."
"Semua cobaan ini adalah cara-Nya mengujimu, beginilah cara-Nya menaikkan derajatmu."
Kata-katanya yang selalu mengatas-namakan Allah dan menguji keimananku itu membuat malaikat dalam diriku bangkit lagi. "kamu kehilangan keluargamu? Nabi Muhammad? kehilangan pamannya Abu Thalib yang sangat menyayanginya, kehilangan Siti Khadijah isteri sekaligus donatur kekayaannya, kehilangan harta benda, jiwa raga, di caci, di hina, di maki, di ludahi, di sakiti, apa beliau menyerah?"
"tetapi kak.. Nabi Muhammad di dampingi malaikat jilbril, salah sedikit di tegur langsung oleh Allah melalui wahyunya" jawabku membela diri
"Apa yang kamu katakan Nissa? Nabi Muhammad di dampingi wahyu Allah? terus Al-Qur'an bagaimana? itu wahyu Allah Nissa. Al-Qur'an itu pedoman kita. Allah memang tidak pernah menjanjikan hidup ini mudah tetapi Allah menjanjikan bahwa ia akan selalu ada di sisi kita."
Kata-katanya yang selalu menyejukan jiwa membuat percakapan kita selalu berujung senyum dibibirku. Hari-hariku di posko jadi terasa berwarna. Aku mulai memperhatikan orang-orang di sekelilingku lagi. Aku sekarang bisa tersenyum kembali. Aku bersama kak Zahra mencoba menghibur anak-anak kecil. Menghilangkan seluruh duka laranya. Hari-hari kami terasa cepat berlalu. Sampai suatu malam, sebelum tidur kak Zahra memegang tanganku dan berkata "Cita-citamu apa Nissa?" "Guru kak" jawabku. "kamu harus jadi guru Nissa. Kaka ingin kamu jadi guru. Kaka ingin kamu berhasil menggapai cita-citamu. Kamu harus jadi manusia yang berguna, sukses dan membanggakan. Untuk keluargamu, Allah dan Kaka. Berjanjilah untuk jangan pernah menyerah melewati cobaan hidup di dunia ini. Allah sayang kamu Nissa, Kaka sayang kamu. Kamu manusia hebat. Nyalakan selalu pelita nuranimu, jangan sampai padam sebagai penerang hidup. Jadilah terang bagi sekelilingmu. Bertahanlah dalam hujan, angin dan badai kehidupan dalam seberkas sinar pelita nurani."
Air mataku menetes, menyadarkanku bahwa aku harus masuk kelas dan mengajar murid-murid perdanaku. dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim aku mulai melangkah. Semua murid tersenyum memandangku. Lalu aku pun mengeluarkan seluruh kemampuanku dan alhamdulillah semua berjalan lancar.
Aku keluar kelas dengan senyuman bangga dibibirku. Aku meneteskan air mata. Aku berharap kak Zahra datang mengusap air mata dan memelukku tetapi, malam itu adalah malam terakhir kami.Murung suasana pun ikut berbelasungkawa, ku lihat nirwana bertudung duka. Kak Zahra telah pergi menghadap sang ilahi. Jangan tanya bagaimana perasaanku. Aku telah mati bahkan sampai berkali-kali. Setiap nafas ini bagaikan gigitan beribu ular ditubuhku. Setiap untaian kata ini bagaikan jeritan keras terdengar di telingaku. Hatiku hancur, tetapi Allah belum cukup mengujiku. Ia masih ingin melihat seberapa besar keimananku. maka, hanya bersabarlah yang terbaik bagiku saat itu. Kata-kata terakhir dari kak Zahra yang membuatku kuat selama ini.
Kak Zahra ternyata anak seorang koruptor. Ayahnya di penjara dan ibunya masuk rumah sakit jiwa. Kak Zahra memilih jadi seorang motivator untuk siapapun yang jiwanya tengah terguncang. Kak Zahra dibuktikan tidak bersalah atas apa yang dilakukan orang tuanya karena ia selama ini tinggal berjauhan dengan orang tuanya. Ia kuliah serta menimba ilmu di Bandung, sedangkan orang tuanya di Jakarta.
Malam itu adalah malam terakhir kami. Saat aku tertidur ternyata kak Zahra mendapat telpon dari orang rumah sakit bahwa ibu kak Zahra mencoba bunuh diri. Kak Zahra tidak membangunkan ku. Ia pergi secepatnya. Berhari-hari aku tak mendengar berita tentangnya. Sampai ku selidiki asal usulnya dan ku cari alamat koruptor itu. Ku dengar kak Zahra kecelakaan saat dalam perjalanan. Ibunya pun tidak terselamatkan.
Kejadian ini sudah lebih dari 10 tahun yang lalu. Sekarang aku tinggal bersama ayah kak Zahra. Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi semua manusia punya kesempatan pula jika ingin bertaubat. Ayah kak Zahra sudah ku anggap ayahku sendiri, begitupun sebaliknya. Kami hidup sederhana, namun bahagia.
Kak Zahra adalah figur yang sangat berharga untukku. Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Yang aku sesali hanya satu, mengapa aku harus terlambat mengetahui asal usul keluarga kak Zahra. Dan yang aku kagumi dari Malaikat tak bersayapku itu, dia tidak pernah kelihatan bersedih. Untuk kami ia selalu menebarkan senyuman walau di hatinya hancur berantakan.
Lewat kak Zahra aku yang telah mati kini hidup kembali. Lewat kak Zahra aku kini mempunyai keluarga lagi. Lewat kak Zahra hidupku kini lebih berarti.
Terima kasih Yaa Allah..
Terima kasih kak Zahra Malaikat tak bersayapku.