Rabu, 09 Desember 2015

Kontenesia, Good Luck and Good Job


 
 
Sebelumnya tidak pernah terbayang kalau aku bakal jadi seorang freelance di kontenesia. Aku memang gemar menulis sejak dulu, tetapi tidak pernah terbayang akan menghasilkan uang dari menulis. Sambil menyelam minum air, ya lumayanlah hehe

Kurang lebih sudah 5 bulan aku bergabung dalam keluarga besar kontenesia dan itu sangat membuatku bangga. Aku tidak menyangka karyaku bisa bermanfaat dan bernilai di mata orang lain. Aku juga banyak mempunyai teman dan pengalaman baru. Membuatku semakin terus belajar dan belajar di dalam bidang yang aku gemari.

Kontenesia adalah jasa penulis artikel SEO Profesional yang didalamnya terdapat puluhan penulis profesional bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Kita tidak hanya dididik untuk berkualitas baik,namun kita juga dididik untuk disiplin, memahami aturan penulisan SEO, dan memahami EYD dengan benar. Para penulis di kontenesia minimal mengerjakan satu paket yang terdiri dari lima keyword dalam deadline 1 minggu.



Setiap hari kami selalu dibekali dengan ilmu-ilmu baru yang dibagikan oleh para sesepuh kontenesia. Untuk menambah wawasan kami dan untuk memperbaiki kinerja kami dalam bidang kepenulisan. kontenesia dipimpin oleh Mas Anggi Krisna sebagai Pak bos, Mba Nurul Widiyastuti sebagai tempat kirim tagihan dan Mba Sri Noor Verawaty sebagai editor penulisan kami yang sangat sabar dan baik hati.

Di dalam kontenesia ini juga kita dituntut menulis dengan hati dan sangat dibuat nyaman oleh para sesepuh kontenesia. Selalu ada candaan dan hiburan yang diberikan oleh mereka. Kami bagaikan keluarga sungguhan. Walaupun tidak pernah berjumpa muka, namun kekeluargaan di kontenesia sangat bisa aku rasa.



Kontenesia diperuntukan kepada Anda yang ingin membuat web atau blog sebagai iklan usaha yang Anda miliki saat ini. Penulisan kami yang baik diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada Anda. Dengan pencapaian yang tinggi untuk usaha-usaha Anda. Karena tidak semua orang dapat menyulap deretan kata menjadi magnet, maka di kontenesia kami semua dapat membantu mengibarkan usaha Anda.

Kontenesia memiliki beberapa paket penulisan yang dapat Anda pilih, mulai dari paket samurai (kualitas tulisan bagus), ninja (kualitas tulisan professional dan berkualitas tinggi), dan boxer (kualitas tulisan profesional dengan bahasa inggris). Tentunya harga yang ditawarkan juga beragam. Info lengkap kunjungi www.kontenesia.com

Kontenesia dapat membuat usaha Anda menjadi lebih maju berkat tulisan-tulisan yang kami ciptakan dan kami mendapat kepuasan dengan memberikan yang terbaik kepada Anda. Kontenesia sudah dipakai lebih dari 50-an blog yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan telah membuat ribuan artikel. Tidak perlu sungkan dan ragu jika ingin mencoba kemahiran penulis di kontenesia, karena jika Anda tidak menyukai layanan yang kontenesia berikan, maka kami sebagai pihak kontenesia akan merevisi tulisan tersebut. Jika Anda tetap tidak puas, kami akan mengembalikan dana Anda dengan ketentuan berlaku.

Kontenesia sangat bermanfaat bagi Anda sebagai orang yang membutuhkan jasa tulis dan kontenesia juga sangat berkesan di hati kami sebagai sang penulis. Mengenal dan menjadi bagian dari kontenesia merupakan hal yang tidak akan aku lupakan. Maaf sekaligus rasa terima kasih paling besar aku peruntukan kepada Mba Sri Noor Verawaty yang tidak pernah bosan mengoreksi kesalahan-kesalahanku. Hiks jadi baper hihii

Terima kasih untuk kontenesia, kontenesia sudah mempunyai tempat tersendiri di hati ini. Dan semoga kontenesia bisa terus maju serta berkembang. Terus menciptakan penulis-penulis yang profesional dan terus berikan yang terbaik kepada customer. Good luck and good job.

Rabu, 30 September 2015

Ruang Publik Negaraku


Habitat adalah tempat suatu makhluk hidup tinggal dan berkembang biak. Setiap makhluk hidup pasti mempunyai habitatnya masing-masing. Sayangnya tidak semua manusia mempunyai habitat yang layak untuk ditempati. Terutama di Negara tempat tinggalku, yaitu di Negara Indonesia.

Indonesia adalah Negara dengan sejuta tanya. Dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat. Apapun bentuk pembangunan dan permasalahan, bahkan dengan hukum sekalipun di Negara Indonesia semua bisa dibeli.  Yang mempunyai uang yang akan menang !
Aku harap hal serupa tidak dilakukan oleh Kemen PUPR (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Sepertinya tidak, tetapi ku yakin ada saja pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan hal tersebut, terutama dalam pembangunan ruang publik.

Berbicara tentang ruang publik, apa yang kami ketahui tentang rencana pembangunan? Dan apa para petinggi Negara mengecek ulang setiap kali memberi perintah untuk pembangunan? Apa hasil yang berdiri sesuai dengan perintah? Apa pengecekan itu dilakukan secara mendetail dan dilakukan oleh yang menyuruhnya langsung? Pasti tidakkan? Pasti pihak pertama menyuruh pihak kedua, pihak kedua menyuruh pihak ketiga, pihak ketiga menyuruh pihak keempat begitu seterusnya sampai pihak terakhir tidak menganggap penting pembangunan ruang publik tersebut.
Sesungguhnya ruang publik itu tidak kami nikmati secara cuma-cuma. Kami membayar pajak Negara yang terdiri dari pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. Selain itu, kami juga membayar pajak daerah yang terdiri dari pajak kendaraan bermotor serta pajak memiliki usaha.
Ruang publik itu berdiri berdasarkan uang kami, seharusnya kami yang diistimewakan. Bukan mereka yang kerjanya tidur tetapi diberi gaji puluhan juta serta difasilitasi rumah dan kendaraan mewah.
Jika kita lihat ibu kota Jakarta dari depan, maka yang kita temui memanglah kota metropolitan. Kota dengan ratusan gedung-gedung tinggi menjulang. Kota dengan ratusan plaza mewah. Kota dengan ratusan apartemen, serta kota dengan banyak hotel berbintang.
Kota dengan jembatan-jembatan kokoh. Kota dengan sekolah-sekolah bagus. Kota dengan taman lingkungan dan taman kota yang terawat. Kota dengan Rumah sakit berfasilitas lengkap dan kota dengan taman rekreasi yang menarik.
Namun apa semua daerah di Indonesia memiliki hal-hal seperti itu? bahkan banyak tempat dibeberapa titik yang sangat mendambakan ruang publik yang layak. Tidak perlu istimewa ataupun mewah. Hanya sesuatu yang layak dilewati, ditempati dan dikunjungi. Contoh bentuk ruang publik yang masih banyak tidak pantas untuk dinikmati adalah jembatan.

                                          
Tidak hanya satu atau dua. Banyak kita lihat ataupun kita dengar di media masa bahwa ada beberapa jembatan khususnya di daerah-daerah terpencil yang masih sangat jauh dari kata layak. Melewati jembatan-jembatan tersebut seperti mengantarkan nyawa bagi mereka. Banyak anak-anak kecil yang sampai tidak berangkat kesekolah untuk menuntut ilmu dikarenakan jembatan-jembatan dikampung mereka rusak dan banyak anak kecil yang melawan derasnya arus air sungai dikarenakan tidak adanya fasilitas jembatan di kampung mereka. Mirisnya, kami warga Indonesia mengetahui hal tersebut dari iklan-iklan peduli sesama. Bagaimana bisa? Kemana uang pajak kami? sedangkan banyak saudara-saudara kami setanah air yang masih tidak mendapatkan haknya untuk menikmati ruang publik? Kemana para petinggi Negara? Mengapa mereka tidak membangun jembatan yang layak untuk yang membutuhkan?
                                   

Tidak hanya jembatan, jujur aku agak perihatin dengan fasilitas ruang publik yang kurang terawat. Seperti halte dan taman-taman kota. Seharusnya pemerintah memberi sanksi tegas kepada pihak-pihak yang merusak ruang publik. Tidak sedikit ruang publik yang baru sebulan beroperasi namun sudah rusak dan kotor. Banyak pula halte-halte yang sudah tidak layak pakai. Fasilitas tempat duduk yang tidak lengkap serta kotor. Sedangkan untuk taman kota, mungkin harus ada denda untuk masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal tersebut mungkin dapat memberikan efek jera, jadi semakin sedikit orang yang membuang sampah sembarangan. Hal lain yang paling kita sering kunjungi adalah taman kota, taman lingkungan dan taman rekreasi dengan toilet yang kotor serta berbau. Sangat tidak layak serta memprihatinkan.

Jalan yang kami lalui setiap hari pun banyak yang rusak. Terutama di jalan-jalan daerah dan dalam perkampungan. Dan lucunya, banyak sekali aku temui jalan-jalan utama yang masih sangat layak pakai namun dibongkar dan diperbaiki ulang, sedangkan jalan perkampungan yang rusak parah tidak dihiraukan sama sekali.
Bukankan daerah perkampungan juga lingkup dari Negara Indonesia? Bukankah yang tinggal di daerah perkampungan juga adalah warga dari Negara Indonesia? Bukankah warga yang tinggal di perkampungan juga membayar pajak dan berhak mendapatkan fasilitas ruang publik?
Untuk Hari Habitat Dunia tahun 2015 ini, aku harap pemerintah membuka mata. Indonesia bukan hanya di kota Jakarta. Indonesia adalah Negara dengan 34 provinsi. Seluruh lapisan masyarakat berhak mendapatkan ruang publik yang layak. Entah itu masyarakat yang tinggal di perkotaan ataupun masyarakat yang tinggal di perkampungan. Selain itu, seluruh lapisan masyarakat berkewajiban menjaga dan merawat ruang publik yang telah disediakan oleh pemerintah.
Memfasilitasi serta membangun ruang publik harus teliti, jangan sampai pemerintah melakukan hal yang mubazir, sedangkan pihak yang sangat membutuhkan tidak diperhitungkan. Dahulukan yang lebih membutuhkan, bukan dahulukan yang lebih kelihatan.

Minggu, 15 Maret 2015

Munajat Cinta

Dimalam yg sejuk dan indah ini
Ingin ku bermunajat kepadaMu
Jadikan disetiap helaan nafasku adalah dzikir kepadaMu
Jadikan disetiap detak jantungku adalah rasa syukurku kepadaMu
Jadikan disetiap darah yang mengalir keotakku adalah berpikir tuk mencari ridhoMu
Ulurkan tanganMu ya Rabb,raih jemariku
Hingga saat nanti kuterjatuh Kau bangkitkan aku dengan cintaMu
Dan malam ini dekaplah aku dengan kasih sayang dan pengampunanMu
Bimbinglah aku tuk selalu berada dalam jalan lurusMu

Yaa muqollibalquluub tsabbits qolbii 'alaa diinik...
Aamiin Allahu yaa majiid...

Ungkapan Hati

Apakah kau mendengar suara gemuruh gemuruh itu?
Suara yang berada dari dalam qolbu
Dan pasti kau dengar nyata suara dari lisan ini
Yang terkadang berkata tak sesuai kehendak hati
Aku harus bagaimana?
Indahnya mimpi tak sesuai kenyataan ini
Bayangan dan harapan..

Rasa yang tersimpan..
Semua tak pernah cukup bila tanpa usaha serta doa
Bagaimana bisa seseorang ingin meraih surga tanpa mematuhi kehendakNya?
Tetapi sabar dan ikhlas adalah sesuatu yang berkelas
Beribu hasutan dari sang iblis sering kali buatku menangis
Bukan menangis di indahnya malam panjang nan rupawan

Tetapi menangis karena usai melakukan kesalahan...

Karena-Nya

Dapatkah kamu bayangkan ?
Bila hanya ada siang dan tidak ada malam
Bila hanya ada matahari dan tidak ada hujan
Bila hanya ada suka dan tidak ada duka
Bila hanya ada bahagia dan tidak ada sengsara
Apa kamu fikir akan ada surga dan juga neraka?
Allah lah maha pencipta sebaik - baiknya
Apa kamu masih ingin mengeluh?
Apa kamu masih enggan bersyukur?
Apa kamu pura - pura lupa, jika saat ini kamu sedang bernafas? Nafas ini karena kehendakNya
Iman ini , fikiran ini.. Semua karena kehendakNya
Bahkan rasa cinta ini pun di ciptakan olehNya
Lalu mengapa kita lupa mengingatNya
Mengingat Allah yang karenaNya kita masih ada..

Pengisi Sepi

Lisan tak dapat berucap
Bisu dengan wajah sendu
Hati masih seperti ini
Terus merasa tersakiti
Aku sakit sendiri !!
Yang buat luka ini, tidak merasa sedih
Ia datang dan pergi sesuka hati
Bodohnya ku , menerima semua ini
Ku sadari, aku hanya manusia pengisi sepi
Bukan untuk di cintai, tetapi hanya sebagai sandaran hati..

Selepas ini

Selepas ini..
Aku akan menjadi manusia baru
Dengan sejuta cita-cita ku
Tak perduli dengan kamu-kamu
Yang telah membuat luka hati ku
Menjadi manusia baik yang membanggakan
Benar ! Dengan keluarga, sahabat serta manusia-manusia yang aku cinta
Tak perlu memikirkan ia yang tak memikirkanku
Cintai saja, dia yang membahagiakan ku
Menjadi hamba yang benar untuk Allah
Menjadi Anak yang shaleha untuk orang tua
Menjadi berguna untuk semua..
Bahagia itu sederhana
Aku cinta mereka yang mencintaiku..

Coretan Malam

Malam ini
Ku menatap pada langit yang tinggi
Di sana ku lihat langit hitam menggeram
Tidak ada satu pun bintang yang bersinar
Mungkin bintang telah tenggelam di kegelapan malam
Fikir ku pun melayang
Banyak yang ingin ku capai
Tetapi aku enggan berusaha dan berdoa
Ingin menjadi apa aku nanti
Jika terus seperti ini?
Entahlah..
Setiap aku bercermin diri
Selalu ada mendung di wajah ini

Kontroversi Hati



Menurut kalian, apa yang aku rasa?
Aku cinta kamu yang cinta dengan kekasihmu..
Lucu memang
Tetapi kamu pun suka denganku
Hahahaha
Memang terlihat bodoh
Tapi rasa ini enggan pergi
Aku ingin berlari menjauh
Tetapi kamu mengejar dan menahannya
Jangan cinta aku kalo cinta dia.
Jangan suka aku kalo kamu suka dia
Kasian aku yang tanpa kepastian
Aku merasa bagaikan selingkuhan
Aku tidak bodoh,
Aku akan pergi
Sebisa mungkin mengendalikan rasa ini
Aku tertawa.. tertawa terbahak menulis ini
Tetapi ada air yang menetes di pipi
Lucu yaa?
Kamu pasti bahagia,
Kamu tak berfikir betapa aku amat menderita
Menderita karna rasa yang kau cipta
Untuk aku yang tidak mengerti apa-apa

Happy Wedding

Wahai Mba Dede dan Mas Doni
Betapa mulia dan bahagianya hati
Kalian di arak kemuliaan
Hanya untuk bertemu dengan sang pujaan

Wajah tersipu malu
Hati telah menyatu
Kalian dihantarkan ke tempat yang mulia
Sebuah singgasana di hari yang bahagia

Duduk bersanding menjadi pusat perhatian
Semua mata tertuju pada kalian
Kalian lah Dwi tunggal keindahan
Kalian lah Bintang pesta kemenangan

Aku ikut bahagia melihat kalian
Aku tak bisa berikan kado semacam berlian
Aku hanya bisa menari lewat kata
Kata doa... Bahagia sampai masa tua

Wahai Dzat Pencipta Rasa Cinta
Jadikanlah mempelai insan yang diberkahi
Insan yang selalu banyak rezeki
Insan yang selalu bersama
Dalam keadaan suka maupun duka

Wahai Dzat Pencipta Pernikahan
Jadikanlah mereka keluarga yang tangguh
Yang tidak gampang mengeluh
Yang di anugerahi anak sholeh dan sholeha
Tercapai semua tujuan dan cita-cita

Wahai Dzat Pencipta Kedamaian
Jadikanlah mereka keluarga sakinah mawadah wa rahmah
Selalu taat dalam beribadah
Menjadi pengayom keluarga
Dan In Syaa Allah sampai Syurga

Puisi

Ku terdiam dalam sepiku
Ku mencari cahaya dalam gelapku
Tanpa sengaja perkenalan tercipta
Entahlah, membuat ku tersipu bila mengingat itu
Aku di timang menuju galaksi
Bersama dia yang sangat baik hati
Sejuk meniup kedalam diri
Setiap detik ingin ku berucap terima kasih
Semangatmu bagai mentari sejukkan hati
Gelora jiwamu bagai penerang pelita hidupku
Keras sifatmu, Lucu tingkahmu mempunyai tempat tersendiri di hati ini
Aku sangat bahagia, tak bisa terungkap dengan kata
Aku tak mengerti mengapa bisa sebaik ini?
Motivasi tiada henti
Informasi yang sangat berarti
Apapun itu...
Dalam sunyi ku selalu menanti senyummu

Lukisan Kerinduan

Sanubari berdetak penuh cinta
Terkesima sang khatulistiwa
Pesonamu buat ku terpana
Cakrawala laksana jelita
Angin semilir datang menyapa
Sejuk meniup ke dalam dada
Kupu-kupu terbang bercanda-canda
Mawar melati begitu menggoda
Matahari datang melirik
Jingga dan senja memudar menarik
Desiran air hujan gemuruh gemercik
Serta pelangi indah nan cantik
Gunung-gunung menjulang berurut
Awan berarak mengikuti laut
Bagaimana hati ini tak terpaut
Pemandangan syurga selalu ikut
Syahdu malam bertahtakan bintang
Membawaku larut dalam lamunan
Hatiku merasakan kerinduan
Rindu pada kampung halaman orang
Nirwana itu ada di dunia
Di Negara Indonesia kita tercinta
Di Garut Wanaraja tempatnya
Tempatku memekarkan senyum bahagia

Happy Brithday My Mother

Untuk mamy ku tersayang...
Di hari bahagiamu ini, aku sangat ingin membuatmu bahagia.
Walaupun hanya kejutan semacam ini, tetapi rasa cinta anak-anakmu ini akan selalu ada untukmu.
Selamat Ulang Tahun Mamy ku.
Semoga mamy selalu di berikan yang terbaik oleh Allah.
Terima kasih atas kasih sayangmu selama ini.
Ketulusanmu..
Kasih sayangmu..
Adalah bekal hidup kami.
Kami akan selalu berusaha membuatmu bahagia.
Senantiasalah tersenyum karena senyummu merupakan surga untuk kami.
Walau usia mamy bertambah tetapi kecantikan mamy tak lekang oleh waktu.
Selamat Ulang Tahun Mamy...
Kami anak-anakmu akan selalu mencintaimu di setiap waktu.
We Love You MoM

Malaikat Tak Bersayap

Hari ini merupakan hari yang istimewa untukku, Pengalaman pertamaku. Bagaimana tidak? hari ini kali pertamaku mengajar. Apa yang harus ku ucapkan pertama kali untuk murid perdanaku? Entahlah.. aku pun tak tahu. Tetapi dia, dia, untaian kata dari malaikat tak bersayap yang selalu memberiku motivasi. Ucapannya masih terus terngiang di telingaku beberapa tahun yang lalu.
Aku warga dari Gampong Lampulo, Gampong (desa) terparah yang terkena Tsunami di Aceh pada Desember 2004 lalu. Dahulu usiaku masih 17 tahun. Jangan tanya perasaanku pada saat itu. Hatiku sangatlah hancur. Jiwaku sakit. Badanku lemas. Perih batin dan jiwaku sungguh tak dapat terungkapkan dengan kata-kata. Jiwaku terguncang. Bagaimana tidak? tak seorang family ku di temukan, bahkan sampai sekarang.
Sering sekali ku menangis dalam diam. Kerap rindu ingin bertemu datang menghantuiku. Bagaimanapun mereka penyemangat hidupku. Harta benda sudah tak berarti sedikitpun bagiku. Bahkan aku pun ingin ikut mati bersama seluruh kenangan ini.
Aku kerap diam dan menyendiri. Banyak orang-orang berbaik hati yang datang menghibur serta menawarkan diri untuk menjadi keluarga baruku. Namun semua luka ini masih tak bergegas pergi. Sampai ku bertemu kak Zahra.
Entah dari mana datangnya malaikat itu, aku pun tak tahu. Ia tak pernah memperkenalkan diri padaku. Ia tiba-tiba datang dan selalu membuntutiku. Tak pernah ia meninggalkanku sendiri, walau aku kerap diam dan membisu tetapi ia selalu bicara banyak kepadaku.
Ia banyak memceritakan hal-hal indah tentang kedermawanan Nabi Muhammad. Aku memang wanita berjilbab, sedikit banyaknya aku masih mempunyai iman maka bila rasullulah yang ia jadikan figur untuk menyadarkanku, aku pun akhirnya angkat bicara juga.
Banyak hal-hal penting yang kami lalui bersama. Kak Zahra kerap menyadarkanku bahwa tragedi dan bencana ini bukanlah akhir dari segalanya. "Jika Allah masih memberikanmu kesempatan untuk hidup berarti Allah masih ingin melihat usahamu untuk mengungkapkan cintamu kepada-Nya."
"Semua cobaan ini adalah cara-Nya mengujimu, beginilah cara-Nya menaikkan derajatmu."
Kata-katanya yang selalu mengatas-namakan Allah dan menguji keimananku itu membuat malaikat dalam diriku bangkit lagi. "kamu kehilangan keluargamu? Nabi Muhammad? kehilangan pamannya Abu Thalib yang sangat menyayanginya, kehilangan Siti Khadijah isteri sekaligus donatur kekayaannya, kehilangan harta benda, jiwa raga, di caci, di hina, di maki, di ludahi, di sakiti, apa beliau menyerah?"
"tetapi kak.. Nabi Muhammad di dampingi malaikat jilbril, salah sedikit di tegur langsung oleh Allah melalui wahyunya" jawabku membela diri
"Apa yang kamu katakan Nissa? Nabi Muhammad di dampingi wahyu Allah? terus Al-Qur'an bagaimana? itu wahyu Allah Nissa. Al-Qur'an itu pedoman kita. Allah memang tidak pernah menjanjikan hidup ini mudah tetapi Allah menjanjikan bahwa ia akan selalu ada di sisi kita."
Kata-katanya yang selalu menyejukan jiwa membuat percakapan kita selalu berujung senyum dibibirku. Hari-hariku di posko jadi terasa berwarna. Aku mulai memperhatikan orang-orang di sekelilingku lagi. Aku sekarang bisa tersenyum kembali. Aku bersama kak Zahra mencoba menghibur anak-anak kecil. Menghilangkan seluruh duka laranya. Hari-hari kami terasa cepat berlalu. Sampai suatu malam, sebelum tidur kak Zahra memegang tanganku dan berkata "Cita-citamu apa Nissa?" "Guru kak" jawabku. "kamu harus jadi guru Nissa. Kaka ingin kamu jadi guru. Kaka ingin kamu berhasil menggapai cita-citamu. Kamu harus jadi manusia yang berguna, sukses dan membanggakan. Untuk keluargamu, Allah dan Kaka. Berjanjilah untuk jangan pernah menyerah melewati cobaan hidup di dunia ini. Allah sayang kamu Nissa, Kaka sayang kamu. Kamu manusia hebat. Nyalakan selalu pelita nuranimu, jangan sampai padam sebagai penerang hidup. Jadilah terang bagi sekelilingmu. Bertahanlah dalam hujan, angin dan badai kehidupan dalam seberkas sinar pelita nurani."
Air mataku menetes, menyadarkanku bahwa aku harus masuk kelas dan mengajar murid-murid perdanaku. dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim aku mulai melangkah. Semua murid tersenyum memandangku. Lalu aku pun mengeluarkan seluruh kemampuanku dan alhamdulillah semua berjalan lancar.
Aku keluar kelas dengan senyuman bangga dibibirku. Aku meneteskan air mata. Aku berharap kak Zahra datang mengusap air mata dan memelukku tetapi, malam itu adalah malam terakhir kami.Murung suasana pun ikut berbelasungkawa, ku lihat nirwana bertudung duka. Kak Zahra telah pergi menghadap sang ilahi. Jangan tanya bagaimana perasaanku. Aku telah mati bahkan sampai berkali-kali. Setiap nafas ini bagaikan gigitan beribu ular ditubuhku. Setiap untaian kata ini bagaikan jeritan keras terdengar di telingaku. Hatiku hancur, tetapi Allah belum cukup mengujiku. Ia masih ingin melihat seberapa besar keimananku. maka, hanya bersabarlah yang terbaik bagiku saat itu. Kata-kata terakhir dari kak Zahra yang membuatku kuat selama ini.
Kak Zahra ternyata anak seorang koruptor. Ayahnya di penjara dan ibunya masuk rumah sakit jiwa. Kak Zahra memilih jadi seorang motivator untuk siapapun yang jiwanya tengah terguncang. Kak Zahra dibuktikan tidak bersalah atas apa yang dilakukan orang tuanya karena ia selama ini tinggal berjauhan dengan orang tuanya. Ia kuliah serta menimba ilmu di Bandung, sedangkan orang tuanya di Jakarta.
Malam itu adalah malam terakhir kami. Saat aku tertidur ternyata kak Zahra mendapat telpon dari orang rumah sakit bahwa ibu kak Zahra mencoba bunuh diri. Kak Zahra tidak membangunkan ku. Ia pergi secepatnya. Berhari-hari aku tak mendengar berita tentangnya. Sampai ku selidiki asal usulnya dan ku cari alamat koruptor itu. Ku dengar kak Zahra kecelakaan saat dalam perjalanan. Ibunya pun tidak terselamatkan.
Kejadian ini sudah lebih dari 10 tahun yang lalu. Sekarang aku tinggal bersama ayah kak Zahra. Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi semua manusia punya kesempatan pula jika ingin bertaubat. Ayah kak Zahra sudah ku anggap ayahku sendiri, begitupun sebaliknya. Kami hidup sederhana, namun bahagia.
Kak Zahra adalah figur yang sangat berharga untukku. Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Yang aku sesali hanya satu, mengapa aku harus terlambat mengetahui asal usul keluarga kak Zahra. Dan yang aku kagumi dari Malaikat tak bersayapku itu, dia tidak pernah kelihatan bersedih. Untuk kami ia selalu menebarkan senyuman walau di hatinya hancur berantakan.
Lewat kak Zahra aku yang telah mati kini hidup kembali. Lewat kak Zahra aku kini mempunyai keluarga lagi. Lewat kak Zahra hidupku kini lebih berarti.
Terima kasih Yaa Allah..
Terima kasih kak Zahra Malaikat tak bersayapku.